Riau

Ibukota ProvinsiPekanbaru
Populasi (Tahun: 2010) (dalam ribuan)5,538.40
Provincial GDP 2010 (million Rp)345,774
Luas Provinsi (Tahun: 2010) (dalam km2)87,023.66
Luas Kawasan Berhutan (Tahun: 2010) (dalam ha)81,164
Emisi per kapita (Tahun: 2010) (tCO2e/kapita)38.5
Intensitas Emisi (Tahun: 2010) (tCO2e/Juta Rp.)616.62
Riau Progres Pencapaian Target Penurunan Emisi Seluruh Provinsi Tahun 2020
0.07%
Emisi 2010
Proyeksi Emisi 2020
Target Emisi 2020
Mitigation Activities Deskripsi
Aksi Mitigasi: Sektor Pertanian dan Kehutanan

Pertanian:
1. Pengembangan area perkebunan (sawit, karet, kakao) di lahan tidak berhutan/lahan terlantar/terdegradasi/Areal Pangunaan Lain (APL)
2. Pemanfaatan kotoran/urine ternak dan limbah pertanian untuk biogas
3. Pengembangan Inseminasi Buatan pada ternak
4. Pengembangan Sistem Integrasi Ternak dan Tanaman (SITT)
5. Peningkatan Indek Penanaman (IP) Pengembangan/Perbaikan Jaringan Irigas Tingkat Usaha Tani (JITUT), Tata Air Mikro (TAM) dan Jaringan Irigasi Desa (JIDES)
6. Peremajaan kebun karet rakyat dan kebun kelapa rakyat

Kehutanan dan Lahan Gambut:
1. Rehabilitasi lahan kritis seluas 1.6 juta hektar
2. Rehabilitasi Hutan Mangrove/Bakau
3. Rehabilitasi hutan, pemeliharaan rehabilitasi hutan produksi, hutan lindung
4. Rehabilitasi 4 Daerah Aliran Sungai
5. Pengelolaan lahan gambut untuk pertanian berkelanjutan, dan mendukung subsector perkebunan, peternakan, dan hortikultura
6. Pengendalian kebakaran hutan
7. Rehabilitasi hutan dan lahan kritis

Aksi Mitigasi: Sektor Energi, Transportasi, dan Industri

Energi:
1. Pemanfaatan Energi terbarukan (biodiesel, bioethanol, energy air, panas bumi, dan surya) (PLTG (Gas), PLTA (Air), PLTS (Surya), PLTP (Panas Bumi), biodiesel)
2. Pemanfaatan limbah organik/biomassa untuk bahan bakar, pemanfaatan biogas
3. Penghematan konsumsi energy listrik masyarakat, komersil, dan industry

Transport
1. Pemeliharan rutin/berkala kendaraan dinas (pemasangan converter kit)
2. Pembangunan prasarana dan fasilitas (perbaikan infrastruktur jalan)
3. Menghindari/mengurangi perjalanan atau kebutuhan untuk perjalanan (aktifitas perdagangan online, Inteligent Transport System (ITS))
4. Pengembangan system angkutan umum massal (SAUM) (Non Motorized Transport, Bus Rapid Transit/BRT)
5. Meningkatkan efisiensi energy dari transportasi (manajemen parkir, smart driving, peremajaan angkutan umum, traffic impact control (TIC))

Industri:
1. Menyusun sistem manajemen energi di perusahaan industri lahap energi seperti industry pulp & paper, makanan dan minuman.
2. Mengganti penggunaan bahan bakar dengan emisi besar kebahan bakar dengan emisi yang lebih kecil.
3. Mengganti bahan bakar ke biomassa dan biogas
4. Penerapan teknologi heat recovery

Aksi Mitigasi: Sektor Limbah

1. Reducing garbage from its source (Development of composting system at the Integrated Waste Disposal Sites (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu), Improved recycling composting of Community Based Total Sanitation (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), Development of kampung iklim�� (climate villages), 3Rs Principle program, Garbage Bank)
2. Rehabilitation of Landfill (from open dumping to controlled landfill)
3. Migration from pit latrine to septic tank (Community Based Sanitation Centers with toilets, washing, and laundry facilities (MCK SANIMAS), Communal Septic Tank, Expansion of Wastewater treatment plants (Instalasi Pengelolaan Air Limbah))
4. Prohibition of Open Burning

RPJMD Deskripsi
Periode RPJMD 2014-2019
Pernyataan Misi RPJMD yang selaras

Misi ke 7: Memperkuat pembangunan pertanian dan perkebunan, dengan sasaran (1) optimalisasi lahan dan diversifikasi.
Misi ke-8: Meningkatkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pariwisata.

Arah Kebijakan RPJMD yang selaras: Sektor Pertanian dan Kehutanan

Strategi: Terwujudnya kualitas dan kelestarian sumber daya alam, lahan dan tambang; Pengurangan emisi dan peningkatan serapan dan simpanan karbon dari kegiatan konservasi hutan, pengelolaan hutan lestari dan restorasi ekosistem.
Arah kebijakan: Menyelenggarakan revitalisasi pertanian untuk diversifikasi usaha dan mendukung produksi pangan; Pemanfaatan hutan untuk diversifikasi usaha dan mendukung produksi pangan dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan hutan alam dan pengembangan hutan tanaman dan hasil hutan non kayu; Mengefektifkan sumber daya yang tersedia dalam pengelolaan hutan; Memanfaatkan hasil hutan non kayu dan jasa lingkungannya secara optimal; Penetapan kawasan hutan dalam tata ruang sesuai dengan peran dan fungsinya; Memperbaiki sistem pengelolaan hutan dengan meningkatkan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan hutan, meningkatkan koordinasi dan penguatan kelembagaan dalam wilayah DAS, serta meningkatkan pengawasan dan penegakan hukumnya; Penerapan iptek yang inovatif pada sektor kehutanan; Peningkatan kualitas dan efektivitas kebijakan dan program konservasi untuk mencapai kemantapan pengelolaan hutan konservasi dan hutan lindung; Peningkatan upaya reboisasi hutan di kawasan hutan terdeforestasi secara transparan, akuntabel dan partisipatif, terutama di dalam kawasan hutan; Menciptakan perencanaan pembangunan pada sektor pertanian dan perkebunan, proyeksi perluasannya dan pemberian ijin tidak pada kawasan hutan dan kawasan lain yang memiliki tutupan hutan yang masih dalam keadaan baik.
Program: Program rehabilitasi hutan dan lahan; Perlindungan dan konservasi sumber daya hutan; Optimalisasi pemanfaatan SDA yang berwawasan lingkungan; Program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH); Program pengendalian kebakaran hutan; Program pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut.

Arah Kebijakan RPJMD yang selaras: Sektor Energi, Transportasi, dan Industri

Strategi: Mengembangkan sarana dan prasarana energi listrik baru dan terbarukan.
Arah kebijakan: Meningkatkan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor.
Program: Program Pembinaan dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi;

Arah Kebijakan RPJMD yang selaras: Sektor Limbah Arah kebijakan: Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi lingkungan, cakupan pelayanan limbah domestik, persampahan dan ketersediaan drainase serta pengembangan lingkungan permukiman sehat.
Indikasi dalam RPJMD yang bertentangan: Pertanian dan Kehutanan Tidak ditemukan indikasi yang bertentangan
Indikasi dalam RPJMD yang bertentangan: Energi, Transportasi, dan Industri Tidak ditemukan indikasi yang bertentangan
Indikasi dalam RPJMD yang bertentangan: Limbah Tidak ditemukan indikasi yang bertentangan